AUTOBIOGRAFI
MUAMAR AL QADRI
KELAHIRAN
Tepatnya pada hari kamis tanggal 11 April 1991 pukul 11 siang lahirlah seorang bayi laki-laki di bulan yang begitu mulia dan amat barokah yakni pada tanggal 27 Ramadhan 1412 H ketika itu aku lahir dirumah kedua orang tuaku tepatnya di Proyek Panca Arga III Bengaru (Proyek Perumahan Kodam Bukit Barisan Sumatera Utara) Desa Belinteng Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat yang ditolong oleh seorang Bidan Desa yang bernama Siti Arman Purba A.Mkeb, aku adalah anak keempat dari pasangan suami isteri bernama H.M Ridwan, S.Pd dan Hj Fatimah Syam.
PEMBERIAN NAMA
Kesenangan ayahku akan mendengar pembacaan ayat-ayat suci al-qur’an yang dibacakan oleh legendaries Qori Internasional Yakni H.Muamar ZA, menjadi terinsfirasi oleh keluarga ku untuk memberikan nama Muamar dan karena kulahir dibulan Ramadhan biasanya di sepuluh akhir bulan Ramadahan semua orang meningkatkan amal Ibadahnnya untuk mendapatkan suatu malam yang amat mulia yang ganjarannya seribu bulan yaitu malam lailatul qadar, berawal dari hal itu maka di Tabalkanlah Namaku menjadi MUAMAR AL QADRI, yang berarti berumur panjang lagi mulia, itulah nama Ku
KEHIDUPAN DILINGKUNGAN SEKOLAH DAN PENSIONAN MILITER
Keluarga dari ayahanda dan ibundaku semuanya tinggal di Tanjung Pura, ketika ayah ku diterima menjadi PNS ia ditempatkan di SD No.057199 Lau Serden Sebagai Guru Agama Islam, di rumah dinas guru yang sederhana itulah kami tinggal yang mana hampir setiap hari aku melihat siswa-siswi SD itu sekolah, senam dan upacara sehingga membuat aku ingin sekali cepat-cepat sekolah, tak jauh dari rumah ku juga terdapat Asrama Linut 100 yang sekarang sudah diganti menjadi Reder 100 bayak hal yang kudapat dari mereka dan juga kawan ayahku yang pansyunan Militer terutama kedisiplinan dan perjuangan.
KETIKA SD DAN ADAT ISTIADAT SUKU KARO
Keinginan ku untuk bersekolah di SD Impres didepan rumah ku, di kabulkan oleh kedua orang tua walaupun aku belum cukup umur, setelah tiga tahun aku menimba ilmu di sekolah itu bayak hal yang ku dapat terutama dalam hal toleransi beragama, walaupun masjid dengan gereja berhadapan, muslim dengan nonmuslim berjiranan tetapi tetap akur begitu juga aku yang banyak teman yang tidak seaqidah dengan aku tetapi kami tetap bersama bermain.
Budaya dan adat istiadat suku karo ketika itu masih melekatnya animisme yang biasanya tempat pemujaannyaitu disebut empung-empung, budaya lain yaitu ketika ku menyaksikan prosesi kematian atau pesta dengan menari dan menyayi serta menjunjung sumpit dikepalanya yang berisi beras, memikul kain sarung di pundaknya, menggantung tengkorak jenazah di pohon, dan bayak lagi yang lain…he…he…serem
PEMBERIAN MARGA PADA KELUARGAKU
Walaupun ayahku sukunya melayu dan bundaku suku banjar, tapi karena prestasi ayahandaku sangat luar biasa dalam segala hal yang terutama dalam membenahi dan mengislamkan bayak dari kalangannya maka banyak yang menawarkan marga, yang akhirnya di Nobatkan marga Bangun, walaupun keluarga kami dinobatkan marga bangun tapi kami tidak mencantumkannya di nama kami.
KISAH DI ISTANA MAIMUN
Ketika itu ku belum mengetehui begitu jelas sejarah dari istana maimun, karena ku masih kecil tapi sekarang ketika ku mengetahi sejarah-sejarah yang terjadi dinegeri ini terutama Tanjung Pura yang dulunya adalah Tempat Kerajaan yang sangat megah yang katanya mengalahkan istana maimun kemegahannya, timbul padaku kekaguman dan kebanggaan akan salah satu putra melayu langkat…subhanallah
KEPINDAHAN KETANJUNG PURA
Melihat kondisi Mendiang Andong dan Atok Ku yang sakit-sakitan, keluargapun berusaha keras untuk dapat pindah ke Tanjung Pura, dan akhirnya dengan seijin Allah aku dapat pindah dan menyambung sekolah di SDN 056020 Pematang Rambai hingga tamat tahun 2003, kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyan Negeri (MTsN) Tanjung Pura Hingaga tamat tahun 2006, menlanjutkan kembali ke Madrasah Aliyah Negeri I (MAN I) Tanjung Pura tamat tahun 2009, dan sekarang ini aku berkuliah di STAI-JM Tanjung Pura semester 5 B.
KUPENUHI PANGGILANMU YA ALLAH
Labbaikallahhummalabaik labaikkala sarikalakalabaik innalhamda wani’mata lakawalmulk lasarikalak..
Ketika kecil kusering diajak ayah untuk mengawaninya pergi ceramah kemana-mana, hingga ku termotifasi ingin sekali pergi haji karena perjalanan haji adalah nikmat akhirat yang tak bisa dilupakan seumur hidup, ayahku berangkat haji tahun 2003 dan bunda ku berangkat haji tahun 2007, karena kerinduan akan ka’bah ayahku berangkat kembali dengan kakaku Nurbaiti A.Mkeb umrah tahun 2008, keinginankupun semangkin kuat ketika ku hampir setiap tahun mengantarkan jama’ah haji, dan selalu menjadi panitia manasik haji sebagai sesi Dokumentasi IPHI Kec. Tanjung Pura. Dan sekarang aku menjabat sebagai Sekretaris IPHI Desa Pantai Cermin Preode 2011 – 2014.
PENDAFTARAN HAJI
Ketika itu aku masih duduk di kelas tiga Aliyah, ayahku menelpon agar pulang kerumah karena mau kestabat, sesampainya dirumah akupun bertanya mau kemana? ayahku menjawab maudaftar haji, subhanallah aku sangat gembira, rasa syukur yang takterhingga kepada Allah SWT dan kepada kedua orangtuaku yang memberangkatkanku menunaikan ibadah haji di usiaku yang masih muda, nomor porsipun aku dapat dan tinggal menunggu tiga tahun lagi baru keberangkatan yaitu tahun 2011.
KESAN-KESAN KU YANG TAK TERLUPAKAN MEMENUHI PANGGILANMU
Sebagai jama’ah haji termuda Kab.Langkat dan sebagai komandan Regu (KARU)…..
Dengan mengucapkan Alhamdulillah, diusiaku yang masih muda yakni 20 Tahun aku dapat menunaikan ibadah haji dan terpilih menjadi jama’ah haji termuda Kab.Langkat dan meraih penghargaan dari Bupati Langkat.
Ketika ku mengikuti manasik di banyak tempat membut wawasan ku tentang haji semangkin bertambah selainitu ayahku yang selalu membimbing dan selalu mengajari membuat Aku semangkin yakin dan istiqomah selama di Mekkah dan Madinah akupun dipilih sebagai KARU oleh Ustadz H.Ahmad Mahfudz karena iaadalah pembimbingku.
Saat keberangkatan…..
Pada hari rabu tepatnya tanggal 12 Oktober 2011 pukul delapan pagi bertolaklah seluruh jama’ah haji Kabupaten Langkat dengan menggunakan pesawat dari bandara Medan bertolak ke bandara King Abdul Ajis Jeddah, yang mana perjalanan tersebut menggunakan pesawat Garuda yang menempuh waktu yang cukup lama+ 8 jam perjalanan, yang mana saat-saat itu merupakan pertama kalinya aku naik pesawat.
Permohonan hamba yang lemah…..
Setibanya aku di bandara King Abdul Ajis Jeddah pada pukul 13.00 WIB waktu Saudi Arabia, rasa syukur disertai dengan sujud syukur seraya memohon pada sang pencipta akan lancarnya dan cocoknya segala yang ada di sana, Ya roob cocokanlah iklim, budaya dan makanan di tanah Haram mu pada Ku.
Keberangkatan ke Madinah…..
Setelah sholat Asyar berangkatlah dengan Bus yang sudah disiapkan menuju ke Madinah, saya pun di tunjuk untuk memimpin membaca talbiyah dan do’a di Bus ketika diperjalanan, satu hal yang menggugah hati ketika saya melihat disekeliling pandangan tiada lain hanya padang pasir dan gunung-gunung batu yang menguning tanpa banyak rumput yang hijau dan pepohonan. Bus pun terus berjalan menempuh perjalanan yang panjang sejauh 425 Km, di dalam perjalalan bus banyak berhenti untuk menerima sedekah roti dan nasi sayapun kembali terkagum melihat kedermawanan Negara ini untuk bersedekah tidak tanggung-tanggung menggunakan motor Teronton yang di kumpulkan diposkonya, Subhanallah. Buspun tersu berjalan kencang, ketika mulai memasuki kota Madinah bangunan yang menjulang megah serta kota yang indah mengganti penglihatan disekelilingku, dan tibalah akhirnya di Hotel Wasel Alreem di Madinah tengah malam
Masjidil Nabawi…..
Tak sabar lagi akan kerinduan Rasulallah SAW untuk dapat menjiarahi makamnya, malam itu juga ku kejar ke Masjidil Nabawi Yang tak jauh dari hotel tempat kami tinggal sekitar 70 M, ketika mulai memasuki halaman masjid begitu indah Ku pandang manara yang cahayanya redup penuh ornament yang menarik, akupun terus berjalan dengan Pak Abdul Halim memasuki masjid dan menuju ketengah-tengah, lemahnya pisik ku di karenakan kecapekan setelah melalu perjalanan yang lama membuat aku tak kuat dan mampu berdesakakn masuk keraudah padahal mimbar Rasul sudah didepan mata, akhirnya aku hanya dapat Sholat di Mihrab istrinya Nabi Muhammad SAW di sebelah kanan dari mimbar rasul.
Setelah sholat asar ku coba lagi untuk masuk ke Raudah akhirnya dengan seijin Allah SWT Aku dapat masuk, karena Rasulullah muhammad SAW bersabda diantara rumahku dan mimbarku adalah taman dari tamanya syurga, linangan air mata disertai sujud syukur serta do’a kupanjatkan ke ilahi robbi karena ku tahu salah satu tempat mustajab do’a Mu ialah Raudah. Kemudian ku sholat sunat dan memperbanyak amalan-amalan seperti membaca Al-Qur’an, dzikir dan memperbanyak do’a. Dan di raudah juga terdapat mimbar Rasul yang begitu megah di penuhi ukiran-ukiran dan warna yang kekuning-kuningan Alhamdulillah aku dapat naik dua kali di mimbar tersebut di anak tangga ke tiga karna hanya dapat naik sampai tangga ke tiga saja untuk menaiki selanjutnya tidak dapat karena disekat dengan pintu mimbar, disebelah kiri dari mimbar rasul juga terdapat mihrab tempat Rasul sholat dan disebelah kirinya lagi ialah Kuburan Nabi Muhammad Rasulullah SAW, Abu Bakar Syidik ra, umar Ibnu Khatab ra, yang terlihat dari samping, ketika ku sudah merasa puas beribadah di Raudah kupun langsung berjalan menuju kekiri kearah luar disebelah kiri itulah terdapat makam rasul dan para sahabat yang dipagar berwarna kuning dan kuburannya yang ditutup kain hijau tampak dicelah-celahpagar. Kembali ku menangis ketikaku mengucapkan salam kepadanya Assalamu’alaikum yarasulallah, Assalamu’alaikum yahabiballah, Assalamu’alaikum yanabiyallah, Assalamu’alaikum yasafwatallah, begitu juga denagn Abu bakar dan umur. Alhamdulillah permohonanku untuk dapat berulang-ulang beribadah di raudah dan berjiarah di makam rasul di kabulkan Allah sehingga hamper setiap hari aku masuk ke raudah dan jiarah ke makam rasul, enam kali aku masuk raudah dan tujuh kali berjiarah di makam rasul. Lahaulawalakuwatailabillah…
Ketika ikut menguburkan Jenazah di Madinah pekuburan baqi…..
Setelah sholat isya muadzin pun mengumumkan untuk mensholatkan jenazah yakni seorang laki-laki dan satu orang perempuan penduduk madinah, karena untuk mensholatkan jenazah hampir setiap selesai sholat fardhu dilakukan, timbul pemikiran di benak Ku untuk ingin mengetahui bagaimana proses penguburan jenazah di madinah sayapun mengatur startegi bagaimana supaya dekat dan dapat memikul jenazah, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari raudah dan sholat di pintu keluar dari Kuburan Rasul setelah sholat isya aku pun bergegas untuk melaksanakan sholat sunah ba’dia isya dan setelah itu sholat jenazah yang dipimpin Imam, terdapat dua jenazah ketika itu disholati, jenazah pun di pikul keluar dari pintu depan tempat imam sholat untuk di bawa kekuburan di Baqi, aku pun ikut memikul salah satu mait tersebut ke kuburan dengan berjalan cepat dan ternyata maitnya berat juga, mait dipikul hanya menggunakan usungan dari besi tanpa penutup, mait hanya di bungus kain hijau lalu di ikat tubuhnya, sesampainya di pekuburan walaupun malam hari ternyata lampu-lapu di pasang dengan begitu terang dan lubang-lubang kuburannya sudah tersedia sebelumnya.
Maitpun di masukkan kedalam liang kubur ternyata yang aku pikul seorang ibu dengan anaknya, seperti biasa setelah mait di masukkan kain pengikatnya pun dilepas dan diarahkan ke Kiblat setelah itu baru disusun batu-batu sebagai lahatnya bentuknya seperi batu bata tetapi besar sedikit, batupun disusun hingga menutupi si mait, kemudian baru ditimbun aku pun ikut menimbun dengan menyiramkan pasir dengan tanganku, setelah kuburan rata baru di kasi batu diujung dan dikaki untuk tanda, setelah itu baru masing-maing berdo’a. akupun dikasi air minum dingin oleh mereka, satuhal yang unik dan sangat berkesan buatku ketika hendak pulang rupanya tradisi warga madinah seluruh keluarga ahli duka yang ikut menguburkan tadi berbaris lalu bersalaman dengan warga yang ikut mengantarkan dengan cara berpelukan dan cium pipi kiri dan pipi kanan dengan mulut di beri suara mich-mich dua kali belah kiri dan satu kali belah kanan saya pun ikut sekali melakukannya melihat yang saya salami tadi orangnya wara’-wara’ memiliki jenggot yang panjang ada yang tua dan muda untuk selanjutnya saya hanya menyalaminya saja. Teringat akan tugas yang masih ada untuk membagikan jatah makan malam bagi anggota karena aku sebagai ketua regu akupun langsung bergegas pulang ke hotel. Sesampainya di hotel akupun langsung mengambil jatah nasik dan langsung membagi-bagikannya pada jama’ah, ketika sedang bersama-sama dengan kawan sekamar akupun menceritan kejadian yang kualami tadi yang mana perbuatanku tadi cukup berni dengan seorang diriku aku ikut bergabung dengan penduduk madinah yang mana orang indonesia tidak ada yang ikut selain aku saja.
Tmpat-tempat bersejarah di Madinah yang ku kunjungi…..
Perjalanan dimulai dari sekitar Masjidil Nabawi begitu banyak rupanya terdapat tempat sejarah diantaranya ialah tempat dimana Abu Bakar ra dilantik Rasulullah SAW menjadi khalifah, Rumah Abu Bakar terletak di dalam Masjidil Nabawi dibawah lampu besar pintu masuk ke raudah, rumah Abu Ayub yaitu rumah pertama kali Rasul tinggal ketika unta berhentinya di situ. Masjid Ghamamah ialah tempat di mana Rasul memohon hujan, letaknya sebelah barat daya Masjid Nabawi dan berjarak sekitar 305 meter. Masjid Ali bin Abi Thalib Masjid ini berjarak sekitar 290 meter dari Masjid Nabawi luasnya mencapai 31 x 22 m, disertai menara setinggi 26 meter. Menurut keterangan dari pembimbingku, lokasi Masjid tersebut dulunya adalah tempat tinggal Ali bin Abi Thalib yang menikah dengan anak kesayangan Nabi Muhammad, yaitu Fatimah az-Zahra. Masjid Abu Bakar al-Shiddiq Jaraknya sekitar 335 m dari Masjid Nabawi dan 40 meter dari Masjid Ghomamah. Luasnya 19.5 x 15 m. Masjid Umar bin al-Khattab masjid seluas 325 m persegi ini terletak di barat daya Masjid Nabawi dan berjarak sekitar 455 meter dari Masjid Nabawi. Masjid Ijabah atau Masjid Bani Mu’awiyah yakni terletak sejauh 583 M dari Masjid Nabawi dan berada di arah sebelah utara pekuburan Baqi, masjid ini adalah salah satu tempat mustajab do’a ketika rasul memohon. Kuburan Baqi yang terletak sebelah timur Mesjid Nabawi tempat dimakamkanya kurang lebih 10.000 sahabat utama, keluarga Nabi Saw, para syuhada perang Uhud dan Badar. Perjalanan berikutnya karena berjauhan maka menggunakan Bus kami pun berkunjung ke Jabal Uhud Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dasyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah sebanyak 3000 orang. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin yang gugur sampai 70 orang syuhada,antara lain Hamzah bin Abdul Munthalib paman Nabi Muhammad SAW. Masjid Qiblatain yang berarti Masjid berkiblat dua, Masjid Quba memiliki keutamaan yang begitu besar sebagai mana sabda Nabi “Barangsiapa yang berwudlu di rumahnya kemudian mendatangi Masjid Qubâ dan salat di dalamnya, maka ia memperoleh pahala seperti mengerjakan umrah”. Kebun Kurma, Istana Raja Fath, Jabal Magnet yaitu bukit yang memiliki daya magnet yang cukup besar sehingga motor tertarik dengan begitu kencang, Percetakan Al-Qur’an, Masjid Bir Ali yakni tempat pengambilan Niat umrah ketika hendak keMekkah. Dan banyak lagi tempat sejarah lainnya yang semuanya itu untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah. Minayatina.
Ketika pertama kali masuk dan melihat ka’bah…..
Sesampai di tmpat penginapan di mekkah pada sore hari ku langsung bergegas untuk mencari kamar, dan mendapat intruksi dari pembimbing bahwasanya tawaf umrahnya dilakukan besok pagi, setelah sholat magrib dan isya Akupun beristirahat untuk menghilangkan rasa capek karena seharian dalam perjalanan, ketika itu kami satu kamar tujuh orang kami pun membuat suatu kesepakatan tengah malam nanti ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf umrah, ketika itu kami lima orang yang dua lagi tidak ikut karena melihat kondisi yang tidak memungkinkan karena faktor usia lanjut, dengan masih berpakaian ihran kami pun berjalan mengikuti kearah Tower Zam-Zam, dengan rasa ngatuk dimata Ku terus berjalan mengikuti arah ke masjidil haram yang tidak jauh dari tempat kami tinggal sekitar 2 KM, ketika ku melihat menara masjidil haram dari jauh kupun semangkin bersemangat untuk terus berjalaan, ketika kami sampai di halaman saya pun melihat tanda-tanda yang mudah untuk diingat selain dari tower jam-jam, di sebelah kiriku terdapat pembangunan perluasan masjidl haram, akupun terus berjalan mencari pintu babussalam, nampak polisi yang sedang duduk kubertanya ia menunjukkan pintunya dengan sedikit menuruni tangga akhirnya kami samapi di depan pintu babussalam dengan membaca do’a masuk masjidil haram kami terus berjalan melewati tempat sa’i dan naik tangga kembali ternyata Subhanallah kami tepat di depan pintu Ka’bah dengan ta’jub dan kerinduan akan ka’bah disertai linangan air mata ku berdo’a untuk kemuliaan ka’bah.
Mencium Hajar Aswad…..
Setelah Tawaf ku coba merapat kedinding ka’bah untuk sholat sunah di Hijir Ismail dan berdo’a di bawah pancuran emas, setelah itu hatipun ingin rasanya terus menyisiri pinggiran ka’bah untuk menyentuh rukun yamani dan terus menuju ke Hajar Aswat ramainya orang membatalkan niatku sehingga tujuan berubah menjadi ingin memegang pintu ka’bah dan berdo’a di Multazam berlahan aku mendekati pintu ka’bah alhamdulullah dapat memegangnya kemudian bergeser sikit-demisedikit lalu dapat di Multazam bergeser terus kekiri akhirnya aku dekat dengan hazar aswad dan menyorongkan kepalaku ke lubang tersebut dengan seijin Allah SWT aku dapat mencium hajar aswad sungguh ni’mat yang luar biasa Allah berikan kepada ku. Denagn kegigihanku untuk terus melakukan tawaf sunah dan umrah sunah membuat aku dapat berulang mencium hajar aswad sebanyak tiga kali, di multazam dan hijir ismail empat kali, memegang tiang pintu ka’bah yang emas dua kali, dan bedoa di makam ibrahim satu kali yang kesemuanya itu berkat pertolongan Allah SWT
Perjumpaanku dengan wanita keturunan qurais di lantai tiga Masjidil Haram…..
Setelah sholat Isya akupun ingin pulang lekas ke Makhtab (pemondokan) karena rasa lapar pun sudah terasa karena kebiasaanku yang ga pulang dari ashar hingga isya, ketika ku melihat ternyata tangga Eskolator pun diberhentikan karena padatnya orang, aku menunggu di sebelah pinggir melihat orang berlalu lelang menuruni tangga, takkusangka datang sesosok wanita sebaya dengan ku dengan tidak menggunakan cadar berdiri disampingku, subhanallah cantiknya luar biasa, saling pandang-memandang pun terjadi pada kami, setelah begitu lama kami berdiri kumemberanikan diri untuk bertanya dimana asalnya ia menjawab dari negara Adaby, dan ia juga akan haji, ayahnya pun memanggilnya untuk sama turun tetapi anaknya tidak mau, ketidak tahuan ku akan berbicara bahasa arab dan rasa segan ku membuat keterputusan pembicaraan kami
Tempat-tempat bersejarah di Mekkah yang ku kunjungi…..
Tempat yang pertama dikunjungi ialah Jabal Tsur tempat dimana Rasul bersembunyi dari kejaran kafir Kurais, Masjid Namirah ialah Namirah diambil dari nama seorang janda yang gigih memperjuangan islam, Jabal Rahmah di arafah ialah suatu bukit dimana tempat bertemuanya nabi Adam dan Hawa, Jabal Nur ialah tempat pertama kali Ayat Al-qur’an turun surat Al-alaq kepada rasul, Kuburan Ma’la, Masjid Jin ialah segerombolan jin yang muslim ikut sholat dengan rasul lalu ia minta bai’at keislamannya, Masjid Tan’im ialah tempat pengambilan niat umrah bagi penduduk mekkah ketika itu rasul menganjurkan kepada isyrinya untuk mengambil miqat dimasjid tersebut, Masjid Aqobah adalah masjid yang sudah berusia 1500 tahun di mina, Masjid Khaif ialah masjid yang tidak diketahui asal usul siapa yang membangunnya diperkirakan usianya 5000 tahun di Mina, dan tempat yang terakhir tempat penyembelihan qurban.
Ketika ku diangkat menjadi anak angkat…..
Sifat saling tolong menolong dan kesabaran sangat dianjurkan di tanah Suci itulah yang selalu tertanan di hatiku, hingga ku tak letih-letihnya menolong sesama semampu dan sebisaKu, karena Ku sering menolong dan membantu kek Husen dan yang lainnya makanya aku diangkat kek husen menjadi anak angkatnya, kek Husen memiliki penyakit Gula hingga membuat ia tidak bisa berjalan itulah kerjaku memapahnya dan menyorongnya selama proses haji tangal 8 sampai 13 Dzulhijah, dan yang satu lagi Kek Yanis kuat berjalan tapi sering hilang, makanya aku menjaga kedua ini, mungkin karena aku suka menolng selama perjalanan hajiku dimudahkan Allah SWT.
Yang paling mengesankan…..
Ketikaku berangkat ke Arafah, yang mana arafah adalah puncaknya ibadah haji merupakan tempat yang sangat penting pada ibadah Haji, disini jama’ah haji harus melakukan Wuku.
Wukuf merupakan rukun Haji dan tanpa melaksanakan Wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, kulihat semuanya mengenakan pakaian Ihram dengan pakaian yang tidak berjahit laksana kain kafan yang di bawa mati, Keadaan di Arafah ini merupakan replika di Padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan Allah SWT pada hari yang tak diragukan lagi. Saat itu semua manusia sama dihadapan Allah SWT, yang membedakan hanyalah kualitas keimanan dan ketaqwaannya. Muzdalifah terletak antara Arafah dan Mina. Di Muzdalifah ini jama’ah haji bermalam (mabit) dan mengambil batu kecil untuk persiapan melempar jumroh di Mina. Setelah mabit di Muzdalifah lalu berangkat ke Mina, Mina adalah tempat atau lokasi melempar jumroh yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wusta dan Jumrah Aqabah dalam rangkaian ibadah Haji pada tanggal 10,11,12, dan 13 Dzulhijah, banyak pelajaran yang dapatku ambil disini terutama kisahnya nabi Ibrahim dan anaknya Ismail yang akan dikurbankan begitulah ketaatannya kepada Allah, yang terpenting hakikatnya disini ialah membuang sipat-sipat jelek yang ada pada dirikita dan selalu berjuang di jalan Allah.
Semoga allah menerima semua apa yang kulakukan dan memberikan haji yang Mabrur padaku Amin, demikianlah yang dapatku sampaikan lebih dan kurang mohon maaf, akhirukalam Billahitaufik Wal Hidayah, Wassalamu`alaikum Wr.Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar