Senin, 14 Oktober 2019

Pendidikan Akhlak. (STAI-JM Tanjung Pura) Mahasiswa Semester I. (Dosen H. Muamar)


Sayyida Ali bin Abi Talib Telah berkata :

I.                     Simpan rahasiamu berdua saja :
1.        Allah Swt
2.        Dirimu

Jagalah di dunia ini dua keridhaan
1.        Ibumu
2.        Bapakmu

II.                   Mohonlah bantuan ketika susah dengan dua hal :
1.        Sabar
2.        Solat

Jangan risau dua hal ini karena keduanya berada di bawah kekuasaan Allah Swt :
1.        Rezeki
2.        Ajal

III.                 Dua hal yang tak perlu diingati selamanya :
1.        Kebaikanmu terhadap orang lain
2.        Kesalahan orang lain terhadapmu

Dua hal yang jangan dilupakan selamanya :
1.        Allah Swt
2.        Alam Akhirat

IV.                Selalu dekat dengan 4 orang ini :
1.        Ibumu
2.        Ayahmu
3.        Saudara Laki-laki
4.        Saudara perempuanmu

V.                  Empat orang ini janganlah kamu kasar kepada mereka :
1.        Yatim
2.        Miskin
3.        Fakir
4.        Orang sakir

VI.                Empat hal yang memperindah dirimu :
1.        Sabar
2.        Tabah
3.        Tinggi ilmu
4.        Dermawan

VII.              Empat orang yang hendaknya kamu dekati :
1.        Orang yang ikhlas
2.        Orang yang setia
3.        Orang yang dermawan
4.        Orang yang jujur

VIII.            Empat orang yang hendaknya jangan kamu jadikan teman :
1.        Tukang bohong
2.        Tukang curi/rasuah
3.        Tukang hasut
4.        Tukang adu domba

IX.                Empat orang ini jangan sampai kamu tahan kedermawananmu terhadap mereka :
1.        Istrimu
2.        Anak-anakmu
3.        Keluargamu
4.        Sahabatmu

X.                  Empat hal yang hendaknya kamu kurangi :
1.        Makan
2.        Tidur
3.        Malas
4.        Bicara berlebih-lebihan / gosip

XI.                Empat hal yang jangan kamu putus :
1.        Sholat
2.        Qur’an
3.        Zikir
4.        Silaturahim






Minggu, 29 September 2019

KELOMPOK TUGAS 1.


KEWIRAUSAHAAN


STAI-JM TANJUNG PURA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
KEWIRAUSAHAAN
T. A 2019-2020
Semester VII
Tgl.  23 Sep 2019
Kode.

MATAKULIAH                              : KEWIRAUSAHAAN
SEMESTER                                 : VII / GANJIL
PROGRAM STUDI                      : PAI
DOSEN PENGAMPU                  : H. MUAMAR AL QADRI, M.Pd
 
Kewirausahaan merupakan salah satu program Kementerian Pendidikan Nasional yang pada intinya adalah pengembangan metodologi pendidikan yang bertujuan untuk membangun manusia yang berjiwa kreatif, inovatif, sportif dan wirausaha. Untuk membangun semangat kewirausahaan dan memperbanyak wirausahawan, Pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan. Instruksi ini mengamanatkan kepada seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia untuk mengembangkan program-program kewirausahaan.

Menurut para ahli kewirausahaan, ada banyak nilai-nilai kewirausahaan yang dianggap paling pokok dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik sebanyak 10 ( Sepuluh ) nilai yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik dan warga sekolah yang lain . (Rohmat, 2016: 72-73). Implementasi dari nilai-nilai pokok kewirausahaan tersebut tidak secara langsung dilaksanakan sekaligus oleh satuan pendidikan, namun dilakukan secara bertahap. Tahap pertama implementasi nilai-nilai kewirausahaan diambil 6 (enam) nilai pokok, yaitu: 1.    mandiri, 2.    kreatif, 3.    berani mengambil resiko, 4.    berorientasi pada tindakan, 5.    kepemimpinan, dan, 6. kerja keras. Hal ini bukan berarti membatasi penanaman nilai-nilai (internalisasi) kewirausahaan tersebut kepada semua sekolah secara seragam, namun setiap jenjang satuan pendidikan dapat menginternalisasikan nilai-nilai kewirausahaan yang lain secara mandiri sesuai dengan keperluan sekolah.

Barnawi&Mohammad Arifin (2012: 58) menjelaskan, sejak usia dini hendaknya peserta didik mulai diajarkan kreativitas dan kemandirian dengan cara memberi kesempatan pada anak untuk mengekspresikan imajinasinya melalui berbagai macam kegiatan dari yang sederhana menuju kompleks, mudah ke sulit, mengelola diri sehingga mampu menghidupi dirinya sendiri. Jika demikian maka anak akan dapat berfikir untuk memberikan manfaat bagi orang lain, merasa dirinya berharga bagi orang lain dan lingkungannya. Hal ini sejalan dengan upaya untuk membentuk generasi yang berkarakter.
  
Kewirausahaan dipandang dari berbagai konteks keilmuan dan perkembangan zaman. Istilah kewirausahaan (entrepreneur) pertama kali dikenalkan pada tahun 1755 oleh Richard Cantillon yang berasal dari Perancis. Menurutnya kewirausahaan adalah seorang yang menanggung risiko (Suryana, 2013:5). Istilah wirausaha merupakan sebutan dari pedagang yang membeli barang kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti. Seiring perkembangan istilah kewirausahaan berkembang menjadi lebih luas. Kewirausahaan bukan hanya dipandang sebagai pedangang saja. Schumpeter (Suryana, 2013:5) mengartikan kewirausahaan adalah seorang yang memiliki keberanian dalam mengambil risiko dan memperkenalkan produk-produk inovatif serta teknologi baru dalam perekonomian.

Di Indonesia kewirausahaan sering diistilahkan dengan wiraswasta. Secara etimologi wiraswasta berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari tiga kata wira, swa, dan sta. Wira artinya manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, memiliki keagungan watak. Swa berarti sendiri dan sta berarti berdiri (Buchari Alma, 2011:17). Secara etimologi wiraswasta sebagai seorang yang berani dengan menggunakan potensi yang dimilikinya untuk memecahkan masalah hidupnya sendiri.

Menurut Hisrich Peters (Yuyus Suryana dan Kartib Bayu, 2011:24) kewirausahaan diartikan sebagai berikut: “Entreprenuership is the process of creating someting different with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psychic, and social risk, and reciving the resaulting rewards of monetary and personal satisfaction and independence” Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan risiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.

Peggy A. Lambing dan Charles R. Kuehl (Hendro, 2011:30) menyatakan kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun suatu value dari yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh banyak orang. Pernyataan yang berbeda disampaikan oleh Thomas W. Zimmerer (Eman Suherman, 2010:7) kewirausahaan adalah “applying creativity and innovation to solve the problem and to exploit opportunities that people face evryday”. Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. Berdasarkan pendapat para pakar inti dari kewirausahaan lebih pada kemampuan kreativitas seseorang dalam menghadapi permasalahan dengan memanfaatkan peluang yang ada.

Menurut Muhammad Saroni (2012:45) pendidikan kewirausahaan adalah “suatu program pendidikan yang menggarap aspek kewirausahaan sebagai bagian penting dalam pembekalan kompetensi anak  didik”. Kasmir (2006:21) lebih menekankan bahwa pendidikan kewirausahaan harus mampu mengubah pola pikir para peserta didik. Melalui pendidikan kewirausahaan juga mampu mendorong mahasiswa atau pelajar untuk berwirausaha mandiri. Sedangkan menurut Eman Suherman (2010:22) “pendidikan kewirausahaan merupakan semacam pendidikan yang mengajarkan agar orang mampu menciptakan usaha sendiri”.

Dapat disimpulkan pendidikan kewirausahaan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan kemampuan seseorang, mengubah pola pikir, untuk menciptakan sesuatu dengan kreativitas dan inovasi untuk mengatasi masalah dengan berbagai risiko dan peluang untuk berhasil. Sehingga melalui pendidikan kewirausahaan peserta didik akan dibentuk karakter kewirausahaan.
 
 
Menurut Wasty Soemanto (1996:90) ada 3 prinsip pendidikan kewirausahaan, diantaranya sebagai berikut: 1. Pendidikan kewirausahaan dapat berlangsung seumur hidup, dimana saja, dan kapan saja, sehingga peranan subjek manusia untuk belajar dan mendidik diri sendiri secara wajar merupakan kewajiban kodrati manusia. 2. Lingkungan pendidikan kewirausahaan dapat dilakukan dimana saja, disekolah, dikeluarga, dan di masyarakat. 3. Penanggung jawab pendidikan kewirausahaan adalah sekolah, keluarga, dan masyarakat.
 
Program pendidikan kewirausahaan sejatinya sangat fleksibel karena dapat dilakukan dimana saja, oleh siapa saja, dan kapan saja. Sehingga seluruh komponen memiliki peranan dan tanggung jawab yang sama untuk mengembangkan pendidikan kewirausahaan.

Endang Mulyani, dkk (2011:4-5) pendidikan kewirausahaan dapat diajarkan melalui penanaman nilai-nilai kewirausahaan yang akan membentuk karakter dan perilaku untuk berwirausaha agar para peserta didik kelak dapat mandiri dalam bekerja atau mandiri usaha. Pendidikan yang berwawasan kewirausahaan ditandai dengan proses pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dan metodologi ke arah pembentukan kecakapan hidup (life skill ) pada peserta didiknya melalui kurikulum terintegrasi yang dikembangkan di sekolah.

Menurut Eman Suherman (2010:66) pendidikan kewirausahaan  dapat pula diajarkan melalui tema pembelajaran. Nilai-nilai yang terkandung dalam materi tersebut yang berkaitan dengan nilai kewirausahaan di kaitkan dengan nilai-nilai kewirausahaan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dalam mengaitkan nilai tersebut perlu pula mempertimbangkan kondisi masyarakat yang ada, misalnya kondisi masyarakatnya kebanyakan berprofesi sebagai petani, industri, perdagangan, atau nelayan. Dengan demikian, pembelajaran yang berwawasan pendidikan kewirausahaan tidak dangkal pada tingkat kognitif, saja tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
 
Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan kewirausahaan adalah nilai-nilai dari ciri-ciri seorang wirausaha. Menurut Rohmat, (2015:59-128) dalam pendidikan kewirausahaan ada 10 nilai yang dapat dikembangkan pada peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangannya antara lain sebagai berikut.
1. Komitmen Kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain
2. Percaya Diri Sikap dan prilaku yang    tidak    mudah terpengaruh  pada  orang  lain  dan  tidak ragu-ragu dalam menyelesaikan tugas-tugas
3. Kerjasama  Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya mampu menjalin hubungan dengan orang lain dalam melaksanakan tindakan, dan pekerjaan
4. Teliti Perilaku cermat dan  saksama dalam menjalankan sesuatu agar  tidak    terjadi kesalahan.
5. Kreatif Berfikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan  cara  atau hasil berbeda dari produk atau jasa yang telah ada
6. Tantangan Kemampuan seseorang untuk  menyukai pekerjaan    yang menantang,       berani  dan mampu mengambil risiko kerja
7. Perhitungan Kemampuan menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya.
8. Komunikati Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain
9. Daya Saing Kemempuan untuk tumbuh berkembang baik dengan menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan
10. berubah Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat bergerak ke arah lebih baik
 
Implementasi 10 nilai kewirausahaan akan sulit apabila akan dilaksanakan secara keseluruhan, namun dilaksanakan secara bertahap. Dari berbagai nilai tersebut ada beberapa nilai yang sangat penting dalam pendidikan kewirausahaan. Menurut Geoffrey G. Merideth (Eman Suherman, 2010:10) mengemukakan ada 6 ciri-ciri dan watak wirausahaan yang digamabarkan sebagai berikut:
1.   Percaya diri Keyakinan, ketidak tergantungan dan optimis;
2.   Berorientasi pada tugas dan hasil    Kebutuhan untuk       berprestasi
3.   Kemempuan untuk mengambil risiko yang wajar dan suka tantangan;
4. Kepemimpinan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran­saran dan kritik;
5.   Keorisinilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel;
6.   Berorientasi ke masa depan Pandangan kedepan, prespektif
 
Hendro (Yuyus Suryana dan Kartib Bayu, 2011:56) menyatakan bahwa setiap wirausaha yang berhasil memiliki empat unsur penting yang harus dimiliki yaitu:
1.   Memiliki ketrampilan dalam mengelola usaha
2.   Memiliki keberanian berkaitan dengan emosional dan mental
3.   Memiliki keteguhan hati berkaitan dengan dorongan/motivasi untuk berhasil
4. Memiliki kreativitas untuk menemukan inspirasi sebagai cikal bakal ide untuk menemukan peluang.
 
Dapat disimpulkan ada 5 nilai-nilai pokok dalam pendidikan kewirausahaan, antara lain sebagai berikut;
1.   Keberanian mengambil risiko
2.   Kreatif dalam menghadapi masalah dan peluang
3.   Memiliki jiwa kepemimpinan
4.   Berorientasi pada tugas dan hasil
5.   Memiliki motivasi dan dorongan kuat untuk berhasil
6.   Tujuan Pendidikan Kewirausahaan
 
Pendidikan kewirausahaan merupakan proses kreativitas dan inovasi dalam mengatasi masalah, hambatan dengan berbagai risiko dan peluang untuk berhasil (Eman Suherman, 2010:20). Sehingga proses pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi peserta didik. Melalui pendidikan kewirausahaan peserta didik diupayakan menghasilkan karya-karya kreatif dan inovatif. Kreatifitas adalah proses berfikir untuk menghasilkan ide-ide, pemikiran, dan gagasan-gagasan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka memecahkan masalah dan menemukan peluang (doing new things). Seseorang dapat menciptakan kreativitas melalui proses berfikir kreatif. Hendro (2011:105) mengemukakan manfaat berfikir kreatif, diantaranya;
1.            Menemukan gagasan, ide, peluang, dan inspirasi baru
2.            Mengubah masalah atau kesulitan menjadi sebuah peluang untuk berhasil.
3.            Menemukan solusi yang inovatif
4.            Menemukan suatu kejadian yang belum pernah dialami
5.            Menemukan teknologi baru
6.    Mengubah keterbatasan yang ada sebelumnya menjadi sebuah kekuatan atau keunggulan.

Kreativitas berperan penting dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan. Melalui berfikir kreatif dapat membantu menyelesaikan masalah guna menemukan solusinya. Karena dalam berfikir kreatif setiap permasalahan dianggap sebagai peluang, bukan penghambat untuk berhasil dalam berwirausaha.

Inovasi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kreativitas. Inovasi merupakan proses kreatif yang membuat objek-objek dan substansi baru yang berguna bagi manusia. Menurut James Brian Quinn (Hendro, 2011:122-123) mengemukakan faktor-faktor pendukung tercapainya keberhasilan penerapan kemampuan inovatif antara sebagai berikut: a)       Harus disesuaikan dengan kebutuhan, b)       Mampu meningkatkan nilai tambah, c)       Mampu melakukan efisiensi dan efektivitas dari proses inovasi, d)       Harus sejalan visi dan misi, e)       Inovasi yang berkelanjutan
 
Berinovasi dalam berbagai aspek kehidupan merupakan kunci sukses. Inovasi merupakan langkah untuk mencapai kesuksesan dan menciptakan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Melalui inovasi tersebut dapat memperbaiki suatu hal atau produk yang sudah ada menjadi baik dan memiliki efisiensi yang lebih baik.
 
Menurut Herbert Simon dalam (Wina Sanjaya. 2010:65) mengartikan desain sebagai proses pemecahan masalah. Tujuannya untuk mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan memanfaatkan informasi yang tersedia. Sedangkan menurut Nausstatter dan Nordkvelle (Miftahul Huda, 2013:5) pembelajaran adalah merefleksikan pengetahuan konseptual yang digunakan secara luas dan memiliki banyak makna yang berbeda-beda.

Eman Suherman (2010:19) berpendapat bahwa “intisari dari pembelajaran merupakan interaksi antara pendidik dan peserta didik yang telah terencana dan terorganisasikan dalam suatu kurikulum yang dilengkapi oleh desain operasional pembelajaran untuk bahan ajar seperti GBPP, SAP, modul, serta sarana prasarana, dan fasilitas belajar yang dibutuhkan atau disediakan oleh lembaga yang menyelenggarakan kegiatan tersebut”.

Dari berbagai pendapat para ahli, desain pembelajaran dapat diartikan sebagai proses perencanaan yang sistematis untuk memecahkan masalah melalui sumber informasi dengan memanfaatkan sarana, fasilitas yang tersedia dalam proses pembelajaran.

Ciputra (Barnawi dan Mohammad Arifin, 2012: 69-71) mengenalkan sikuls pendidikan kewirausahaan menjadi lima frase. Pertama fase exploring, pada tahapan ini peserta didik mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya melalui kegiatan penelitian atau pengamatan terhadap peluang disekitarnya. Pada tahapan kedua yaitu planning. Tahapan ini peserta didik mencurahkan ide dan gagaran peserta didik dengan membuat perencanaan dan sistem kerja dengan memperhatikan hasil eksplorasi. Frase yang ketiga adalah producing, yaitu peserta didik berinovasi dengan membuat penemuan baru, pengembangan, membuat sesuatu dengan segala resiko. Fase yang ke empat communicating atau marketing yaitu peserta didik melakukan sosialisasi untuk menarik minat pelanggan atas produk yang dibuat. Sekolah dapat mengadakan pameran, bazar kewirausahaan, dan sebagainya. Frase yang terakhir reflecting yaitu peserta didik mengevaluasi dari kegiatan awal sampai hasil yang diperoleh.

Desain pembelajaran kewirausahaan dapat diterapkan didalam  satuan pendidikan formal dari SD/MI hingga Perguruan Tinggi. Dalam implementasinya tentunya setiap jenjang pendidikan tidak bisa disamakan. Selain disebabkan tingkat perkembangan peserta didik perbedaan lingkungan maupun bidang kajian juga diperhatikan. Kemp (Eman Suherman, 2010:63) menjelaskan bahwa peserta didik mencakup karakteristik akademik, pribadi dan sosial. Karakteristik lain yang diperhatikan pula antara lain pekerjaan, motivasi belajar, dan kebiasaan belajar.

Implementasi pembelajaran kewirausahaan perlu disesuaikan dengan tingkat berfikir siswa, situasi, kondisi agar tercipta atmosfer kewirausahaan di lingkungan sekolah yang sesuai. Desain pembelajaran memiliki pengaruh besar terkait proses pembelajaran. Melalui desain pembelajaran yang baik akan menciptakan kegiatan pembelajaran yang kondusif dan bermakna sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berbagai masalah yang sering muncul dalam pembelajaran juga dapat diantisipasi serta dapat memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada melalui perencanaan sebelumnya.
 
Eman Suherman (2010:9) menjelaskan kewirausahaan adalah “kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang untuk sukses”. Jadi strategi pembelajaran kewirausahaan adalah perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang bertujuan mengembangkan kemampuan kreatif dan inovatif yang menjadi dasar untuk mencari peluang agar tercipta tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Pola pembelajaran kewirausahaan terdiri dari teori, praktik, dan implementasi. Teori diajarkan untuk mempelajari pengetahuan terkait kewirausahaan untuk menyentuh kongnitif peserta didik agar memiliki paradigma wirausaha. Praktik merupakan kegiatan berdasarkan teori yang telah dipelajari, melalui kegiatan praktik peserta didik dapat mengalami dan merasakan manfaat ilmu yang dipraktikkan. Implementasi berarti pelaksanaan kegiatan dalam rangka memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran yang diperoleh.

Suherman mengemukakan ada 11 teknik yang dapat digunakan dalam melaksanakan program pendidikan kewirausahaan;
a)       Teknik ceramah bervariasi
b)       Teknik penggunaan alat bantu pandang (visual aids)
c)       Tehnik ceritera pemula diskusi (discussion starter story)
d)       Tehnik permainan (games)
e)       Teknik studi kasus
f)        Teknik bermain peran (role play)
g)       Teknik kerja kelompok
h)       Teknik simulasi
i)        Teknik demonstrasi
j)        Teknik praktik lapangan
k)       Teknik kunjungan lapangan (field –visit technique)
 
Berbagai macam teknik tersebut yang paling umum digunakan teknik ceramah bervariasi dan teknik penggunaan alat bantu pandang. Selain praktis dan simpel dengan menggunakan teknik ini dapat digunakan meskipun sarana dan prasarana pendukung pembelajaran terbatas.




DAFTAR BACAAN :

Rohmat. (2016). Manajemen Kepemimpinan Kewirausahaan. Yogyakarta: Cipta Media Aksara

Rohmat. (2016). Membangun Bangsa Berwawasan Kewirausahaan. Yogyakarta: Gerbang Media Aksara

Rohmat. (2015). Nilai-Nilai Moral Kewirausahaan Membangun Bangsa Berkarakter. Yogyakarta: Gerbang Media Aksara

Suryana. (2011). Kewirausahaan, Jakarta : Salemba Empat

Suryana, Yuyus dan Kartib Bayu. ( 2011), Kewirausahaan : Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses. Jakarta : Kencana

Suherman, Eman. (2010). Desain Pembelajaran Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta

Mulyani, Endang, dkk. (2010). Pengembangan Pendidikan Kewirausahaan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kurikulum

Hendro. (2011). Dasar-dasar Kewirausahaan Panduan bagi Mahasiswa Untuk Mengenal, Memahami, dan Memasuki Dunia Bisnis. Jakarta: Erlangga

Kasmir. (2006). Kewirausahaan. Jakarta: Rajawali

Jufri, Muhammad dan Hillman Wirawan. (2014). Internalisasi Jiwa Kewirausahaan Pada Anak. Jakarta: Kencana Perenda Media Group

Muhammad. (2012). Mendidik & Melatih Entrepreneur Muda. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media


Sabtu, 29 Juni 2019

PENDIDIKAN AKHLAK (BUKU MAHASISWA & UMUM)

Buku Pendidikan Akhlak dapat di pesan di email. muamaralqadri@gmail.com

AUTOBIOGRAFI (TULISAN TAHUN 2011)

AUTOBIOGRAFI

MUAMAR AL QADRI


KELAHIRAN
Tepatnya pada hari kamis tanggal 11 April 1991 pukul 11 siang lahirlah seorang bayi laki-laki di bulan yang begitu mulia dan amat barokah yakni pada tanggal 27 Ramadhan 1412 H ketika itu aku lahir dirumah kedua orang tuaku tepatnya di Proyek Panca Arga III Bengaru (Proyek Perumahan Kodam Bukit Barisan Sumatera Utara) Desa Belinteng Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat  yang ditolong oleh seorang Bidan Desa yang bernama Siti Arman Purba A.Mkeb, aku adalah anak keempat dari pasangan suami isteri bernama H.M Ridwan, S.Pd dan Hj Fatimah Syam.

PEMBERIAN NAMA
Kesenangan ayahku akan mendengar pembacaan ayat-ayat suci al-qur’an yang dibacakan oleh legendaries Qori Internasional Yakni H.Muamar ZA, menjadi terinsfirasi oleh keluarga ku untuk memberikan nama Muamar dan karena kulahir dibulan Ramadhan biasanya di sepuluh akhir bulan Ramadahan semua orang meningkatkan amal Ibadahnnya untuk mendapatkan suatu malam yang amat mulia yang ganjarannya seribu bulan yaitu malam lailatul qadar, berawal dari hal itu maka di Tabalkanlah Namaku menjadi MUAMAR AL QADRI, yang berarti berumur panjang lagi mulia, itulah nama Ku



KEHIDUPAN DILINGKUNGAN SEKOLAH DAN PENSIONAN MILITER
Keluarga dari ayahanda dan ibundaku semuanya tinggal di Tanjung Pura, ketika ayah ku diterima menjadi PNS ia ditempatkan di SD No.057199 Lau Serden Sebagai Guru Agama Islam, di rumah dinas guru yang sederhana itulah kami tinggal yang mana hampir setiap hari aku melihat siswa-siswi SD itu sekolah, senam dan upacara sehingga membuat aku ingin sekali cepat-cepat sekolah, tak jauh dari rumah ku juga terdapat Asrama Linut 100 yang sekarang sudah diganti menjadi Reder 100 bayak hal yang kudapat dari mereka dan juga kawan ayahku yang pansyunan Militer  terutama kedisiplinan dan perjuangan.

KETIKA SD DAN ADAT ISTIADAT SUKU KARO
Keinginan ku untuk bersekolah di SD Impres didepan rumah ku, di kabulkan oleh kedua orang tua walaupun aku belum cukup umur, setelah tiga tahun aku menimba ilmu di sekolah itu bayak hal yang ku dapat terutama dalam hal toleransi beragama, walaupun masjid dengan gereja berhadapan, muslim dengan nonmuslim berjiranan tetapi tetap akur begitu juga aku yang banyak teman yang tidak seaqidah dengan aku tetapi kami tetap bersama bermain.

Budaya dan adat istiadat suku karo ketika itu masih melekatnya animisme yang biasanya tempat pemujaannyaitu disebut empung-empung, budaya lain yaitu ketika ku menyaksikan prosesi kematian atau pesta dengan menari dan menyayi serta menjunjung sumpit dikepalanya yang berisi beras, memikul kain sarung di pundaknya, menggantung tengkorak jenazah di pohon, dan bayak lagi yang lain…he…he…serem

PEMBERIAN MARGA PADA KELUARGAKU
Walaupun ayahku sukunya melayu dan bundaku suku banjar, tapi karena prestasi ayahandaku sangat luar biasa dalam segala hal yang terutama dalam membenahi dan mengislamkan bayak dari kalangannya maka banyak yang menawarkan marga, yang akhirnya di Nobatkan marga Bangun, walaupun keluarga kami dinobatkan marga bangun tapi kami tidak mencantumkannya di nama kami.

KISAH DI ISTANA MAIMUN
Ketika itu ku belum mengetehui begitu jelas sejarah dari istana maimun, karena ku masih kecil tapi sekarang ketika ku mengetahi sejarah-sejarah yang terjadi dinegeri ini terutama Tanjung Pura yang dulunya adalah Tempat Kerajaan yang sangat megah yang katanya mengalahkan istana maimun kemegahannya, timbul padaku kekaguman dan kebanggaan akan salah satu putra melayu langkat…subhanallah

KEPINDAHAN KETANJUNG PURA
Melihat kondisi Mendiang Andong dan Atok Ku yang sakit-sakitan, keluargapun berusaha keras untuk dapat pindah ke Tanjung Pura, dan akhirnya dengan seijin Allah aku dapat pindah dan menyambung sekolah di SDN 056020 Pematang Rambai hingga tamat tahun 2003, kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyan Negeri (MTsN) Tanjung Pura Hingaga tamat tahun 2006, menlanjutkan kembali ke Madrasah Aliyah Negeri I (MAN I) Tanjung Pura tamat tahun 2009, dan sekarang ini aku berkuliah di STAI-JM Tanjung Pura semester 5 B.

KUPENUHI PANGGILANMU YA ALLAH
Labbaikallahhummalabaik labaikkala sarikalakalabaik innalhamda wani’mata lakawalmulk lasarikalak..

Ketika kecil kusering diajak ayah untuk mengawaninya pergi ceramah kemana-mana, hingga ku termotifasi ingin sekali pergi haji karena perjalanan haji adalah nikmat akhirat yang tak bisa  dilupakan seumur hidup, ayahku berangkat haji tahun 2003 dan bunda ku berangkat haji tahun 2007, karena kerinduan akan ka’bah ayahku berangkat kembali dengan kakaku Nurbaiti A.Mkeb umrah tahun 2008, keinginankupun semangkin kuat ketika ku hampir setiap tahun mengantarkan jama’ah haji, dan selalu menjadi panitia manasik haji sebagai sesi Dokumentasi IPHI Kec. Tanjung Pura. Dan sekarang aku menjabat sebagai Sekretaris IPHI Desa Pantai Cermin Preode 2011 – 2014.

PENDAFTARAN HAJI
Ketika itu aku masih duduk di kelas tiga Aliyah, ayahku menelpon agar pulang kerumah karena mau kestabat, sesampainya dirumah akupun bertanya mau kemana? ayahku menjawab maudaftar haji, subhanallah aku sangat gembira, rasa syukur yang takterhingga kepada Allah SWT dan kepada kedua orangtuaku yang memberangkatkanku menunaikan ibadah haji di usiaku yang masih muda, nomor porsipun aku dapat dan tinggal menunggu tiga tahun lagi baru keberangkatan yaitu tahun 2011.

KESAN-KESAN KU YANG TAK TERLUPAKAN MEMENUHI PANGGILANMU
Sebagai jama’ah haji termuda Kab.Langkat dan sebagai komandan Regu (KARU)…..

Dengan mengucapkan Alhamdulillah, diusiaku yang masih muda yakni 20 Tahun aku dapat menunaikan ibadah haji dan  terpilih menjadi jama’ah haji termuda Kab.Langkat dan meraih penghargaan dari Bupati Langkat.

Ketika ku mengikuti manasik di banyak tempat membut wawasan ku tentang haji semangkin bertambah selainitu ayahku yang selalu membimbing dan selalu mengajari membuat Aku semangkin yakin dan istiqomah selama di Mekkah dan Madinah akupun dipilih sebagai KARU oleh  Ustadz H.Ahmad Mahfudz karena iaadalah pembimbingku.

Saat keberangkatan…..

Pada hari rabu tepatnya tanggal 12 Oktober 2011 pukul delapan pagi bertolaklah seluruh jama’ah haji Kabupaten Langkat dengan menggunakan pesawat dari bandara Medan bertolak ke bandara King Abdul Ajis Jeddah, yang mana perjalanan tersebut menggunakan pesawat Garuda yang menempuh waktu yang cukup lama+ 8 jam perjalanan,  yang mana saat-saat itu merupakan pertama kalinya aku naik pesawat.

Permohonan hamba yang lemah…..

Setibanya aku di bandara King Abdul Ajis Jeddah pada pukul 13.00 WIB waktu Saudi Arabia, rasa syukur disertai dengan sujud syukur seraya memohon pada sang pencipta akan lancarnya dan cocoknya segala yang ada di sana, Ya roob cocokanlah iklim, budaya dan makanan di tanah Haram mu pada Ku.

Keberangkatan ke Madinah…..
Setelah sholat Asyar berangkatlah dengan Bus yang sudah disiapkan menuju ke Madinah, saya pun di tunjuk untuk memimpin membaca talbiyah dan do’a di Bus ketika diperjalanan, satu hal yang menggugah hati ketika saya melihat disekeliling pandangan tiada lain hanya padang pasir dan gunung-gunung batu yang menguning tanpa banyak rumput yang hijau dan pepohonan. Bus pun terus berjalan menempuh perjalanan yang panjang sejauh 425 Km, di dalam perjalalan bus banyak berhenti untuk menerima sedekah roti dan nasi sayapun kembali terkagum melihat kedermawanan Negara ini untuk bersedekah tidak tanggung-tanggung menggunakan motor Teronton yang di kumpulkan diposkonya, Subhanallah. Buspun tersu berjalan kencang, ketika mulai memasuki kota Madinah bangunan yang menjulang megah serta kota yang indah mengganti penglihatan disekelilingku, dan tibalah akhirnya di Hotel Wasel Alreem di Madinah tengah malam

Masjidil Nabawi…..
Tak sabar lagi akan kerinduan Rasulallah SAW untuk dapat menjiarahi makamnya, malam itu juga ku kejar ke Masjidil Nabawi Yang tak jauh dari hotel tempat kami tinggal sekitar 70 M, ketika mulai memasuki halaman masjid begitu indah Ku pandang manara yang cahayanya redup penuh ornament yang menarik, akupun terus berjalan dengan Pak Abdul Halim memasuki masjid dan menuju ketengah-tengah, lemahnya pisik ku di karenakan kecapekan setelah melalu perjalanan yang lama membuat aku tak kuat dan mampu berdesakakn masuk keraudah padahal mimbar Rasul sudah didepan mata, akhirnya aku hanya dapat Sholat di Mihrab istrinya Nabi Muhammad SAW di sebelah kanan dari mimbar rasul.

Setelah sholat asar ku coba lagi untuk masuk ke Raudah akhirnya dengan seijin Allah SWT Aku dapat masuk, karena Rasulullah muhammad SAW bersabda diantara rumahku dan mimbarku adalah taman dari tamanya syurga, linangan air mata disertai sujud syukur serta do’a kupanjatkan ke ilahi robbi karena ku tahu salah satu tempat mustajab do’a Mu ialah Raudah. Kemudian ku sholat sunat dan memperbanyak amalan-amalan seperti membaca Al-Qur’an, dzikir dan memperbanyak do’a. Dan di raudah juga terdapat mimbar Rasul yang begitu megah di penuhi ukiran-ukiran dan warna yang kekuning-kuningan Alhamdulillah aku dapat naik dua kali di mimbar tersebut di anak tangga ke tiga karna hanya dapat naik sampai tangga ke tiga saja untuk menaiki selanjutnya tidak dapat karena disekat dengan pintu mimbar,  disebelah kiri dari mimbar rasul juga terdapat mihrab tempat Rasul sholat dan disebelah kirinya lagi ialah Kuburan Nabi  Muhammad Rasulullah SAW, Abu Bakar Syidik ra, umar Ibnu Khatab ra, yang terlihat dari samping, ketika ku sudah merasa puas beribadah di Raudah kupun langsung berjalan menuju kekiri kearah luar disebelah kiri itulah terdapat makam rasul dan para sahabat yang dipagar berwarna kuning dan kuburannya yang ditutup kain hijau tampak dicelah-celahpagar. Kembali ku menangis ketikaku mengucapkan salam kepadanya Assalamu’alaikum yarasulallah, Assalamu’alaikum yahabiballah, Assalamu’alaikum yanabiyallah, Assalamu’alaikum yasafwatallah, begitu juga denagn Abu bakar dan umur. Alhamdulillah permohonanku untuk dapat berulang-ulang beribadah di raudah dan berjiarah di makam rasul di kabulkan Allah sehingga hamper setiap hari aku masuk ke raudah dan jiarah ke makam rasul, enam kali aku masuk raudah dan tujuh kali berjiarah di makam rasul. Lahaulawalakuwatailabillah…

Ketika ikut menguburkan Jenazah di Madinah pekuburan baqi…..

Setelah sholat isya muadzin pun mengumumkan untuk mensholatkan jenazah yakni seorang laki-laki dan satu orang perempuan penduduk madinah, karena untuk mensholatkan jenazah hampir setiap selesai sholat fardhu dilakukan, timbul pemikiran di benak Ku untuk ingin mengetahui bagaimana proses penguburan jenazah di madinah sayapun mengatur startegi bagaimana supaya dekat dan dapat memikul jenazah, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari raudah dan sholat di pintu keluar dari Kuburan Rasul setelah sholat isya aku pun bergegas untuk melaksanakan sholat sunah ba’dia isya dan setelah itu sholat jenazah yang dipimpin Imam, terdapat dua jenazah ketika itu disholati, jenazah pun di pikul keluar dari pintu depan tempat imam sholat untuk di bawa kekuburan di Baqi, aku pun ikut memikul salah satu mait tersebut ke kuburan dengan berjalan cepat dan ternyata maitnya berat juga, mait dipikul hanya menggunakan usungan dari besi tanpa penutup, mait hanya di bungus kain hijau lalu di ikat tubuhnya, sesampainya di pekuburan walaupun malam hari ternyata lampu-lapu di pasang dengan begitu terang dan lubang-lubang kuburannya sudah tersedia sebelumnya.

Maitpun di masukkan kedalam liang kubur ternyata yang aku pikul seorang ibu dengan anaknya, seperti biasa setelah mait di masukkan kain pengikatnya pun dilepas dan diarahkan ke Kiblat setelah itu baru disusun batu-batu sebagai lahatnya bentuknya seperi batu bata tetapi besar sedikit, batupun disusun hingga menutupi si mait, kemudian baru ditimbun aku pun ikut menimbun dengan menyiramkan pasir dengan tanganku, setelah kuburan rata baru di kasi batu diujung dan dikaki untuk tanda, setelah itu baru masing-maing berdo’a. akupun dikasi air minum dingin oleh mereka, satuhal yang unik dan sangat berkesan buatku ketika hendak pulang rupanya tradisi warga madinah seluruh keluarga ahli duka yang ikut menguburkan tadi berbaris lalu bersalaman dengan warga yang ikut mengantarkan dengan cara berpelukan dan cium pipi kiri dan pipi kanan dengan mulut di beri suara mich-mich dua kali belah kiri dan satu kali belah kanan saya pun ikut sekali melakukannya melihat yang saya salami tadi orangnya wara’-wara’ memiliki jenggot yang panjang ada yang tua dan muda untuk selanjutnya saya hanya menyalaminya saja. Teringat akan tugas yang masih ada untuk membagikan jatah makan malam bagi anggota karena aku sebagai ketua regu akupun langsung bergegas pulang ke hotel. Sesampainya di hotel akupun langsung mengambil jatah nasik dan langsung membagi-bagikannya pada jama’ah, ketika sedang bersama-sama dengan kawan sekamar akupun menceritan kejadian yang kualami tadi yang mana perbuatanku tadi cukup berni dengan seorang diriku aku ikut bergabung dengan penduduk madinah yang mana orang indonesia tidak ada yang ikut selain aku saja.

Tmpat-tempat bersejarah di Madinah yang ku kunjungi…..

Perjalanan dimulai dari sekitar Masjidil Nabawi begitu banyak rupanya terdapat tempat sejarah diantaranya ialah tempat dimana Abu Bakar ra dilantik Rasulullah SAW menjadi khalifah, Rumah Abu Bakar terletak di dalam Masjidil Nabawi dibawah lampu besar pintu masuk ke raudah, rumah Abu Ayub yaitu rumah pertama kali Rasul tinggal ketika unta berhentinya di situ. Masjid Ghamamah ialah tempat di mana Rasul memohon hujan, letaknya sebelah barat daya Masjid Nabawi dan berjarak sekitar 305 meter. Masjid Ali bin Abi Thalib Masjid ini berjarak sekitar 290 meter dari Masjid Nabawi luasnya mencapai 31 x 22 m, disertai menara setinggi 26 meter. Menurut keterangan dari pembimbingku, lokasi Masjid tersebut dulunya adalah tempat tinggal Ali bin Abi Thalib yang menikah dengan anak kesayangan Nabi Muhammad, yaitu Fatimah az-Zahra. Masjid Abu Bakar al-Shiddiq Jaraknya sekitar 335 m dari Masjid Nabawi dan 40 meter dari Masjid Ghomamah. Luasnya 19.5 x 15 m. Masjid Umar bin al-Khattab masjid seluas 325 m persegi ini terletak di barat daya Masjid Nabawi dan berjarak sekitar 455 meter dari Masjid Nabawi. Masjid Ijabah atau Masjid Bani Mu’awiyah yakni terletak sejauh 583 M dari Masjid Nabawi dan berada di arah sebelah utara pekuburan Baqi, masjid ini adalah salah satu tempat mustajab do’a ketika rasul memohon. Kuburan Baqi yang terletak sebelah timur Mesjid Nabawi tempat dimakamkanya kurang lebih 10.000 sahabat utama, keluarga Nabi Saw, para syuhada perang Uhud dan Badar. Perjalanan berikutnya karena berjauhan maka menggunakan Bus kami pun berkunjung ke Jabal Uhud Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dasyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah sebanyak 3000 orang. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin yang gugur sampai 70 orang syuhada,antara lain Hamzah bin Abdul Munthalib paman Nabi Muhammad SAW. Masjid Qiblatain yang berarti Masjid berkiblat dua, Masjid Quba memiliki keutamaan yang begitu besar sebagai mana sabda Nabi “Barangsiapa yang berwudlu di rumahnya kemudian mendatangi Masjid Qubâ dan salat di dalamnya, maka ia memperoleh pahala seperti mengerjakan umrah”. Kebun Kurma, Istana Raja Fath, Jabal Magnet yaitu bukit yang memiliki daya magnet yang cukup besar sehingga motor tertarik dengan begitu kencang, Percetakan Al-Qur’an, Masjid Bir Ali yakni tempat pengambilan Niat umrah ketika hendak keMekkah. Dan banyak lagi tempat sejarah lainnya yang semuanya itu untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah. Minayatina.

Ketika pertama kali masuk dan melihat ka’bah…..

Sesampai di tmpat penginapan di mekkah pada sore hari ku langsung bergegas untuk mencari kamar, dan mendapat intruksi dari pembimbing bahwasanya tawaf umrahnya dilakukan besok pagi, setelah sholat magrib dan isya Akupun beristirahat untuk menghilangkan rasa capek karena seharian dalam perjalanan, ketika itu kami satu kamar tujuh orang kami pun membuat suatu kesepakatan tengah malam nanti ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf umrah, ketika itu kami lima orang yang dua lagi tidak ikut karena melihat kondisi yang tidak memungkinkan karena faktor usia lanjut, dengan  masih berpakaian ihran kami pun berjalan mengikuti  kearah Tower Zam-Zam, dengan rasa ngatuk dimata Ku terus berjalan mengikuti arah ke masjidil haram yang tidak jauh dari tempat kami tinggal sekitar 2 KM, ketika ku melihat menara masjidil haram dari jauh kupun semangkin bersemangat untuk terus berjalaan, ketika kami sampai di halaman saya pun melihat tanda-tanda yang mudah untuk diingat  selain dari tower jam-jam, di sebelah kiriku terdapat pembangunan perluasan masjidl haram, akupun terus berjalan mencari pintu babussalam, nampak polisi yang sedang duduk kubertanya ia menunjukkan pintunya dengan sedikit menuruni tangga akhirnya kami samapi di depan pintu babussalam dengan membaca do’a masuk masjidil haram kami terus berjalan melewati tempat sa’i dan naik tangga kembali ternyata Subhanallah kami tepat di depan pintu Ka’bah dengan ta’jub dan kerinduan akan ka’bah disertai linangan air mata ku berdo’a untuk kemuliaan ka’bah.

Mencium Hajar Aswad…..

Setelah Tawaf ku coba merapat kedinding ka’bah untuk sholat sunah di Hijir Ismail dan berdo’a di bawah pancuran emas, setelah itu hatipun ingin  rasanya terus menyisiri pinggiran ka’bah untuk menyentuh rukun yamani dan terus menuju ke Hajar Aswat ramainya orang membatalkan niatku sehingga tujuan berubah menjadi ingin memegang pintu ka’bah dan berdo’a di Multazam berlahan aku mendekati pintu ka’bah alhamdulullah dapat memegangnya kemudian bergeser sikit-demisedikit lalu dapat di Multazam bergeser terus kekiri akhirnya aku dekat dengan hazar aswad dan menyorongkan kepalaku ke lubang tersebut dengan seijin Allah SWT aku dapat mencium hajar aswad sungguh ni’mat yang luar biasa Allah berikan kepada ku. Denagn kegigihanku untuk terus melakukan tawaf sunah dan umrah sunah membuat aku dapat berulang mencium hajar aswad sebanyak tiga kali, di multazam dan hijir ismail empat kali, memegang tiang pintu ka’bah yang emas dua kali, dan bedoa di makam ibrahim satu kali yang kesemuanya itu berkat pertolongan Allah SWT

Perjumpaanku dengan wanita keturunan qurais di lantai tiga Masjidil Haram…..

Setelah sholat Isya akupun ingin pulang lekas ke Makhtab (pemondokan) karena rasa lapar pun sudah terasa karena kebiasaanku yang ga pulang dari ashar hingga isya, ketika ku melihat ternyata tangga Eskolator pun diberhentikan karena padatnya orang, aku menunggu di sebelah pinggir melihat orang berlalu lelang menuruni tangga, takkusangka datang sesosok wanita sebaya dengan ku dengan tidak menggunakan cadar berdiri disampingku, subhanallah cantiknya luar biasa, saling pandang-memandang pun terjadi pada kami, setelah begitu lama kami berdiri kumemberanikan diri untuk bertanya dimana asalnya ia menjawab dari negara Adaby, dan ia juga akan haji, ayahnya pun memanggilnya untuk sama turun tetapi anaknya tidak mau, ketidak tahuan ku akan berbicara bahasa arab dan rasa segan ku membuat keterputusan pembicaraan kami

Tempat-tempat bersejarah di Mekkah yang ku kunjungi…..

Tempat yang pertama dikunjungi ialah Jabal Tsur tempat dimana Rasul bersembunyi dari kejaran kafir Kurais, Masjid Namirah ialah Namirah diambil dari nama seorang janda yang gigih memperjuangan islam, Jabal Rahmah di arafah ialah suatu bukit dimana tempat bertemuanya nabi Adam dan Hawa, Jabal Nur ialah tempat pertama kali Ayat Al-qur’an turun surat Al-alaq kepada rasul, Kuburan Ma’la, Masjid Jin ialah segerombolan jin yang muslim ikut sholat dengan rasul lalu ia minta bai’at keislamannya, Masjid Tan’im ialah tempat pengambilan niat umrah bagi penduduk mekkah ketika itu rasul menganjurkan kepada isyrinya untuk mengambil miqat dimasjid tersebut, Masjid Aqobah adalah masjid yang sudah berusia 1500 tahun di mina, Masjid Khaif ialah masjid yang tidak diketahui asal usul siapa yang membangunnya diperkirakan usianya 5000 tahun di Mina, dan tempat yang terakhir tempat penyembelihan qurban.

Ketika ku diangkat menjadi anak angkat…..

Sifat saling tolong menolong dan kesabaran sangat dianjurkan di tanah Suci itulah yang selalu tertanan di hatiku, hingga ku tak letih-letihnya menolong sesama semampu dan sebisaKu, karena Ku sering menolong dan membantu kek Husen dan yang lainnya makanya aku diangkat kek husen menjadi anak angkatnya, kek Husen memiliki penyakit Gula hingga membuat ia tidak bisa berjalan itulah kerjaku memapahnya dan menyorongnya selama proses haji tangal 8 sampai 13 Dzulhijah, dan yang satu lagi Kek Yanis kuat berjalan tapi sering hilang, makanya aku menjaga kedua ini, mungkin karena aku suka menolng selama perjalanan hajiku dimudahkan Allah SWT.

Yang paling mengesankan…..

Ketikaku berangkat ke Arafah, yang mana arafah adalah puncaknya ibadah haji merupakan tempat yang sangat penting pada ibadah Haji, disini jama’ah haji harus melakukan Wuku.

Wukuf merupakan rukun Haji dan tanpa melaksanakan Wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, kulihat semuanya mengenakan pakaian Ihram dengan pakaian yang tidak berjahit  laksana kain kafan yang di bawa mati, Keadaan di Arafah ini merupakan replika di Padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan Allah SWT pada hari yang tak diragukan lagi. Saat itu semua manusia sama dihadapan Allah SWT, yang membedakan hanyalah kualitas keimanan dan ketaqwaannya. Muzdalifah terletak antara Arafah dan Mina. Di Muzdalifah ini jama’ah haji bermalam (mabit) dan mengambil batu kecil untuk persiapan melempar jumroh di Mina. Setelah mabit di Muzdalifah lalu berangkat ke Mina, Mina adalah tempat atau lokasi melempar jumroh yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wusta dan Jumrah Aqabah dalam rangkaian ibadah Haji pada tanggal 10,11,12, dan 13 Dzulhijah, banyak pelajaran yang dapatku ambil disini terutama kisahnya nabi Ibrahim dan anaknya Ismail yang akan dikurbankan begitulah ketaatannya kepada Allah, yang terpenting hakikatnya disini ialah membuang sipat-sipat jelek yang ada pada dirikita dan selalu berjuang di jalan Allah.

Semoga allah menerima semua apa yang kulakukan dan memberikan haji yang Mabrur padaku Amin, demikianlah yang dapatku sampaikan lebih dan kurang mohon maaf, akhirukalam Billahitaufik Wal Hidayah, Wassalamu`alaikum Wr.Wb.

MAULID NABI MUHAMMAD (SIT AR-RIDHA)